Test Footer

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Dispenda Nisel Sosialisasikan PBB dan Retribusi Daerah di Kecamatan Ulususua

 Camat Ulususua, Emanuel Harapan Telaumbanua SH
 ULUSUSUA | jarakpantau

Terhitung sejak tahun pajak 2014, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perdesaan dan Perkotaan (P2) tidak lagi dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) mengamanatkan bahwa selambat-lambatnya tahun 2014, pengelolaan pajak PBB sektor P2 dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten/Kota.
Kadispenda Nisel, Faolombowo Gulo BA saat memaparkan Sosialisasi PBB dan Retribusi Daerah
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Nias Selatan, Faolombowo Gulo BA didampingi Kabid Pendataan Waonasokhi Telaumbanua, Kasi Pemeriksaan Ya’atulo Warae dan Camat Ulususua Emanuel Harapan Telaumbanua SH dan Sekcam Teoli Ndruru SH, 12 Kepala Desa serta tokoh masyarakat dalam acara sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Retribusi Daerah yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Ulususua, Selasa (16/12) kemaren.

Dikatakannya, dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan berbagai metode salah satunya mensosialisasikan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Pajak dan Retribusi Daerah merupakan PAD yang  digunakan untuk membiayai pembangunan di Kabupaten Nias Selatan, untuk itu partisipasi masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah sangat-sangat diharapkan guna mendukung pembangunan di Nias Selatan agar lebih sejahtera.
Mantan Sekwilcam Amandraya tersebut menjelaskan,  pasca pengalihan PBB sektor P2, DJP  hanya efektif mengelola PBB sektor Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan yang disingkat dengan sektor P3. Untuk itu, warga harus paham dengan jenis pajak, yang selanjutnya dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Retribusi Daerah, adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. 

“Ada beberapa jenis pajak dasar yang harus diketahui warga. Tetapi yang pasti, pajak nantinya akan masuk ke kas daerah yang gunanya untuk pembangunan di Nias Selatan ini terutama sarana dan prasarana jalan. Untuk tertib pajak, perlu bantuan dari petugas Kecamatan atau Kelurahan untuk mendata,” ujar Faolombowo yang juga merupakan mantan Camat Telukdalam tahun 1996 silam tersebut.
Sementara itu,  mengaku, ada beberapa warga yang mengeluhkan pembayaran pajak yang tidak sesuai dengan tanah yang dimiliki dan masih tertulisnya nama-nama orang yang telah meninggal dalam Surat Pemberitahuan (SPT) wajib pajak.

Menjawab hal itu, Kadispenda Nisel mengatakan bahwa hal itu terjadi karena masih ada data lama yang tercatat di database kantor pajak. Dan itu memang wajib dibayar oleh keluarga atau famili orang yang telah meninggal dunia, jelasnya sembari menghimbau kepada para Kades untuk berperan aktif dalam melakukan pendataan pada warga agar nama-nama tersebut dapat disesuaikan.  

Sebelum acara sosialisasi PBB dan Retribusi Daerah tersebut dipaparkan oleh Dispenda Nisel, Camat Ulususua Emanuel Harapan Telaumbanua SH menghimbau kepada para Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Ulususua agar jangan sampai terjadi pemotongan honor hanya karena menanggulangi PBB masyarakat.


“Saya harapkan, kedepan jangan sampai ada pemotongan honor Kades hanya karena menanggulangi pembayaran PBB masyarakat. Saya tidak mau di wilayah ku ada Kades yang honornya dipotong untuk menutupi hal itu,” tegas mantan Kabag Hukum Pemkab Nisel tersebut. (BUDI LAIA)

Pasar Natal 2014 Kembali Dibuka di Nisel



Dian Komalasari sedang memandu acara Pasar Natal 2014 di Lapangan Orurusa Teluk Dalam

Nias Selatan | jarakpantau
Tak terasa setahun masyarakat menantikan Pasar Natal, akhirnya dibuka kembali oleh Bupati Nisel Idealisman Dachi selama sebulan penuh dalan rangka menghadapi Natal 25 Desember  dan tahun baru 2015 yang akan dating, Senin (1/12) malam.

Bupati Nisel Idealisman Dachi mencanangkan seluruh masyarakat tidak berbebani dengan harga pasar khususnya sembako dan pakaian yaang berkaitan dengan suasana Natal, memberi kesempatan pada masyarakat melalui pasar Natal belanja sesuka hati dengan harga murah dan meriah.

Tak terkalahkan pihak panitia menyajikan berbagai hiburan yang tetap menguntungkan masyarakat seperti doorprize, permainan roda roda gila,  tong setan. Kim, rumah hantu, roda ajaib, permainan anak-anak  dan lagu lagu rohani yang terbaik dinyanyikan dengan imbalan berbagai hadiah gratis bagi yang beruntung.  pada pembukaan turut di hadirkan artis artis dari ibu kota medan. nuansa natal sangat terasa dengan bergemanya lagu lagu rohani yang dibawakan artis ibu kota Nias Selatan.

Bupati Nias Selatan, Idealisman Dachi didampingi Ibu dan Ketua DPRD Nisel, Sidi Adil Harita S.Sos dan nyonya, Kapolres Nisel, Kajari Telukdalam, Dantamal Telukdalam, Sekda Nisel Faduhusi Daely Spd, serta seluruh SKPD, kaban, kabag, para pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat memasuki lapangan orurusa tanda acara segera akan dimulai, tepat jam 19.30 wib acara penyambutan dilakukan oleh merchin band dan adat Nisel Fogaele tanda penghormatan kepada pemimpin Daerah.

Ketua Panitia pasar Natal 2014 yang ke-IV, Ruadat Harita SE melaporkan Acara ini terselenggarkan atas keputusan bupati Nisel dengan sumber dana dari APBD Nisel, panitia menyediakan stand sebanyak 1.193 stand untuk digunakan sebagi tempat jualan. Stand diberikan secara gratis tidak ada pungutan, biaya dari dari masyarakat bertujuan agar masyarakat dapat berbelanja dengan harga terjangkau,  padb tanggal 27 Desember panitia mendatangkan juara Nasional Inonesia Idoel 2014 dari Jakarta,  Nowela.  

Ketua DPRD Nisel Sidi Adil Harita S.Sos dalam sambutannya menyambut baik  atas partisipasi Pemkab Nisel yang tetap  melakukan  setiap tahun pasar natal, pemkab sangat berperan aktif meringankan beban ekonomi yang dipikul masyarakat Nisel setiap  tahun pada Hari Natal yang mayororitas kristiani, tak luput mengingatkan Bupati Nisel unttuk  tetap melaksanakan hari jadi Kabupaten Nias Selatan Tahun 2015.      
Bupati Nisel dalam arahannya pelaksanaan pasar natal yang ke IV mencoba meringankan beban masyarakat yang penuh dengan beban,melalui pasar Natal meringankan beban yamg dialami selamai setahun ni, sebagain  pimpinan daerah meringankan masyararakat agar tidak  mengalami  beban yang terus menerus, dengan mendatagkan artis dari Jakarta agar masyarakat nisel mendapat hiburan lepas dari beban yang dialami selama setahun.

Bupati Nisel tak luput berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat dan terlebih kepada Polres Nisel yang selalu mendukung acara pasar Natal Tahun  2014  akhir kata di dampingi Ketua DPRD Nisel,Kapolres Nisel, Kajari Telukdalam memukul gong tanda dimulainya pasar  natal yang ke IV Tahun  2014

Selanjutnya, Bupati Nisel didampingi Muspika plus mendatangi stand Pasar Natal Dharmawanita Nias Selatan dan mencicipi makanan ringan yang ada di stand tersebut. (Budi Laia)

SMA Negeri I Ulususua Peringati HUT PGRI Ke - 69



Kepala SMA Negeri I Ulususua, Yafaeli Bu’ulolo berphoto bersama guru-guru dan Ketua Komite seusai HUT PGRI
Seusai Upacara HUT PGRI, Kepala SMA Swasta AFORE Ulususua, Apeliyus Giawa SPd didampingi Ketua Yayasan Sokhinafaudu Giawa SPd berphoto bersama guru-guru beserta siswa/i di halaman sekolah
 HILIARAMBA  | jarakpantau

Setiap tanggal 25 November setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional, yang juga merupaakan hari lahirnya organisasi guru yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejarah perkembangan pendidikan telah mencatat sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air. Kemudian pengurus dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.

Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24 -25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sebagai apresiasi jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru di tanah air, maka Pemerintah RI melalui Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional. Keppres itu juga dimantapkan di UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional, yang kerap diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI.

Kiprah guru sebagai pendidik, tauladan dan pemberi semangat kepada generasi penerus bangsa ini memang menjadi tugas yang berat, karena di tangan merekalah kelak generasi penerus bangsa ini akan meneruskan estafet pembangunan untuk Indonesia tercinta ini. Tidak heran jika dedikasi mereka di anugerahi sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Dalam rangka peringatan HUT PGRI ini, diharapkan kepada rekan-rekan agar tetap melaksanakan dan menjaga fungsinya sebagai pendidik bagi siswa-siswi, berimplementasi dan beretika dalam memberikan pengarahan pelajaran terhadap para siswa.

"Dalam melaksanakan implentasi, guru harus beretika dan memiliki sifat menahan diri seperti Yesus. Jika hal itu ditanamkan, maka guru dapat dikatakan sebagai guru yang profesional," ujar Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Ulususua Kecamatan Ulususua dalam sambutannya saat memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) di halaman SMA Negeri tersebut, Senin (24-11) kemaren.

Mantan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ulususua tersebut mengharapkan kepada guru-guru yang mengabdi agar menjadikan HUT PGRI sebagai momentum untuk lebih proaktif dan tetap fokus bekerja dalam memberikan pelajaran terhadap siswa. Berkenaan dengan itu, para siswa/i juga diharapkan agar tetap mengikuti arahan yang disampaikan oleh guru dan tunjukanlah jati dirimu sebagai siswa baik didalam wilayah sekolah maupun diluar, tandasnya.  

Dalam kesempatan itu, Ketua Komite Sekolah Elirama Giawa atau yang sering disapa A. Garu mengatakan, bahwa dirinya sangat terharu dalam mengikuti peringatan Hari Guru karena seumur hidupnya baru kali ini mengetahui tentang adanya janji guru sebagai dua belas butir.
"Selama ini saya hanya tahu janji murid, tapi setelah mengikuti acara ini baru tahu bahwa ternyata ada janji guru. Untuk itu, saya mengharapkan kepada para siswa-siswa supaya lebih gigih belajar dalam menerima pelajaran dari guru dan hargailah segala pengabdian yang telah mereka berikan," ujarnya.

Pantauan wartawan koran ini pada upacara peringatan HUT PGRI di SMA Negeri I tersebut para siswa/i menyematkan bunga dan mememberikan topi kepada seluruh guru yang mengabdi sebagai hadiah serta dimeriahkan dengan perlombaan yang dilakukan oleh siswa/i seperti Futsal, Bola Volli Putra-Putri, Lari goni, lari Sendok, pembacaan Puisi, Pidato dan perlombaan tata cara menaikan bendera.

Adapun nama-nama guru yang mengabdi di SMA Negeri I Ulususua tersebut antara lain, YAFAELI BU'ULOLO,S.Pd selaku Kepala Sekolah, ROHATI GIAWA,SE sebagai guru PKS. URKUM, RAHATI GIAWA,S.Pd sebagai PKS.KESISWAAN, YOHANES LAIA,SH(Wali Kelas), SUKA BUDI LAIA,S.Pd (Wali Kelas), HASANUDDIN LAIA,S.Pd (Wali Kelas), FAOLOZIDUHU NDRURU,A.Md, MELINA GIAWA,S.Pd, (Wali Kelas), KALVIN DAUD BUULOLO,S.Pd, AHLAN LAIA,S.PAK, NISCAYA LAIA,S.AG, MARIANUS BUULOLO,SH, (Wali Kelas), EKA PRASETIA BUULOLO,S.Pd, TERSERAH LAIA,S.PDK, FENIYUS LAIA,S.Pd, MAHAELI NDRURU,S.Pd, RUSLINA NDRURU,S.Pd, (Wali Kelas), PERJUANGAN GIAWA dan DEVI ARNITA GIAWA.

Sementara itu, Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta AFORE Ulususua juga melangsungkan peringatan HUT PGRI dihalaman sekolah tersebut yang langsung dipimpin oleh Kepala Sekolah, Apeliyus Giawa, SPd dan Ketua Yayasan Sokhinafaudu Giawa,SPd didampingi 16 orang guru.

Dalam peringatan tersebut diikuti oleh 165 orang siswa-siswi sembari menyematkan bunga dan memberikan baju kaos kepada para guru sebagai hadiah. Acara sederhana itu dimeriahkan dengan perlombaan Futsal dan bola Voly Putra-putri.

“Dengan adanya HUT ini, saya harapkan kepada para bapak dan ibu guru untuk lebih giat memberikan materi pelajaran dan proaktif memberikan les tambahan Komputer kepada siswa/i agar nantinya dalam menghadapi ujian berjalan sukses,” ujar Apeliyus Giawa.
(BUDI LAIA)

Berantas Korupsi Dimulai Dari Diri Sendiri



 
Kajari Telukdalam, Imade Sudjarwana SH,MH saat membacakan pidato Kejagung di Halaman gedung Kejari Teluk Dalam
Nias Selatan | jarakpantau

Peringatan hari anti korupsi sedunia senen 9/12 dilaksanakan di halaman Kejaksaan Negeri Telukdalam yang dihadiri oleh seluruh Kasi, Kasubag, Staff, tenaga honorer tampak Kacabjari Pulau Telo Andalan Zalukhu, acara berlangsung secara sederhana dan khidmat, seluruhnya memakai baju putih tanda kesucian dan kebersihan hati sesuai dengan tema berantas korupsi dimulai dari sendiri.

Inspektur upara Kepala kejaksaan Negeri Telukdalam I Made Sudjarwan SH MH, membacakan pidato Kejaksaan Agung Republik Indonesia tentang peringatan hari anti korupsi sedunia 9 Desember 2015 yang menegaskan kepada seluruh kejaksaan di seluruh Indonesia ada dua fokus sebagi perimbangan proses penegakkan hukum yakni menghukum pelaku korupsi dan mengambil harta negara yang telah dirampok, bahwa pelaku korupsi bukan hanya saja tahap penuntutan hukuman namun juga  pelaku korupsi tetapi dikejar harta negara yang telah di tilap. 

I Made Sudjarwana SH MH,kepada pers mengatakan bahwa dengan  peringatan hari anti korupsi sedunia salah satu cara pemberitahuan kepada seluruh masyarakat Nias selatan menggiatkan mental untuk menjauhi korupsi, memberantas korupsi secara utuh dan menyeluruh.

Kedepan Kajari Telukdalam akan lakukan himbauan pada masyarakat seminar anti korupsi dan akan mengundang seluruh wartawan daerah khususnya di Nias Selatan memberitakan anti korupsi agar pelaku menghindari yang namanya korupsi, sehari sebelum memperingati anti korupsi Kejaksaan Negeri Telukdalam telah melakukan sosialisasi kepada Pemda Nias Selatan.

Sebagai lembaga hukum kejaksaan Negeri Telukdalam yang terkait erat dengan tugas dan fungsi kejaksaan tentang peringatan hari anti korupsi merupakan tonggak dan spirit sebagaimana amanat pimpinan Kejaksaan Agung RI, berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pada korupsi untuk melakukan pada proses penanganan tindak pidana korupsi, tidak hanya orientasi  saja penghukuman pada pelaku tapi mengejar 
bagaimana memulihkan asset negara yang di korupsi. 

Terkait kasus dugaan mega korupsi yang sedang ditangani kejaksaan telukdalam tentang USBM dan BUMD,  Imade Sudjarwana  kembali menjelaskan tahapan pemriksaan telah dilakukan, sekarang ini tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari  BPKP Propinsi SU, bila telah keluar hasilnya akan ditindak lanjuti pada tahap penututan, jadi bola saat ini berada ditangan BPKP Propinsi SU. (Budi Laia)


PNS Depag Nisel Aniaya Wartawan di Pasar Natal



Junius Hemendru

 Nia Selatan | jarakpantau

Pasar  Natal ke IV yang diselenggarakan di Kabupaten Nias Selatan untuk menghibur masyarakat dengan pemberian supries secara gratis bagi yang beruntung,  panitia pelaksana telah menyediakan berbagai undian gratis mulai dari kulkas, lemari, kipas, sepeda sport dan lain sebagainya yang diambil dari dana APBD Tahun 2014.

Pasar Natal malam ke tujuh dengan pembawa acara kondang selebriti daerah Agriva Dakhi yang juga seorang PNS di Depatemen Agama (Depag) Kabupaten Nias Selatan secara arogan memukul salah seorang oknum wartawan, Junius Humendru, hanya karena tiga hari yang lalu tepatnya hari kelima mendapat undian yang dibagi bagi panitia. Kebetulan nomor yang diberikan diumumkan panitia pemenangnya, Junius Hemendru berprofesi sebagai wartawan, seketika Junius Hemendru naik ke panggung untuk mengambil hadiah gratis.

Namun Agriva Dakhi membatalkan undian tersebut dengan alasan PNS dan peliput berita tidak dibenarkan mendapat hadiah, padahal didalam peraturan panitia tidak ada alasan tersebut. Hari ketujuh ada salah satu PNS yang memenangkan undian dan diberikan oleh Agriva Dakhi, Junius Hemendru merasa keberatan atas pilih kasih tersebut naik ke panggung mempertanyakan keputusan panitia yang tidak diberikan sepeda sport atas kemenangannya kepada Agriva Dakhi.

Tapi jawaban yang didapat Junius Hemendru  bogeman mentah di wajah yang langsung dipukul oleh Agriva Dakhi, bahkan ditambah kata-kata yang kurang etis dilakukan seorang PNS.

“Suka hati saya, saya sebagai MC tak ada yang melarang kemana saya tentukan hadiah. Saya tidak ada sedikitpun tak takut sama wartawan.  Atas kejadian tersebut sempat ada kekacauan dipanggung, dengan sigap anggota Polres Nias Selatan langsung menggiring keduanya di Mapolres Nias Selatan untuk diperiksa.

Junius Hemendru kepada jarakpantau mengaku dirinya sempat dipikul oleh Agriva Dakhi dan telah diperiksa di Polres Nias Selatan, dirinya tak senang atas pemukulan terhadap dirinya yang dilakukan Agiva Dakhi secara hukum rimba, walau sudah di damaikan ketua panitia Ruadat Harita secara keluarga, namun Junius Humendru tetap merasa tidak senang dengan perlakuan terhadap dirinya.

Ketua Panitia Pasar Natal, Ruadat Harita SE, Selasa (9/11) membenarkan telah terjadi pemukulan terhadap seorang oknum wartawan yang dilakukan oleh Agriva Dakhi MC Kondang Nias Selatan, Senen malam sekitar pukul 23.00 Wib, dan sempat diamankan ke Mapolres Nias Selatan, sebagai orang yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pasar natal Ruadat Harita mencoba mendamaikan keduanya dan mengeluarkan mereka malam itu juga di Mapolres Nias Selatan.

Salah seorang pegunjung seorang wanita, Ina Sakhi yang kebetulan saat itu menyaksikan kejadian pemukulan terhadap Junius Hemendru mengatakan Agriva Dakhi tak pantas jadi MC dipanggung Pasar Natal omongannya selalu bahasa kotor , jelek  jelek  dan makian yang tidak bersifat mendidik, sepertinya adat istiadat di Nias Selatan tidak ada lagi, dimana para tokoh adat, tokoh agama tidak pernah menanyakan hal ini.

“Pantas saja dia ditinggal sama istrinya, gimanalah seorang bencong atau waria, saya heran kenapa Agriva Dakhi tetap laris digunakan sebagai MC pada setiap kegiatan Pemda Nisel, apa tidak ada yang lebih pantas jadi MC?  Tanya Ina Sakhi sembari mengharapkan agar proses hukum atas penganiayaan terhadap diri wartawan di tegakkan oleh Polres Nias Selatan. (Budi Laia)

Cari Artikel Cinta

Kategori

 
Support : Berita Jakarta Terkini | Berita Sumatera Terkini |
Copyright © 2013. Media Jarak Pantau - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger