Test Footer

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Yurisman Laia Terpilih Jadi Ketua Baperda DPRD Nisel


Ketua Baperda DPRD Nias Selatan, Yurisman Laia SH


Telukdalam | jarakpantau

Sebulan setelah pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias Selatan tepatnya 24 Oktober lalu, akhinya Rapat Paripurna dilaksanakan untuk memilih perangkat-perangkat kelengkapan dewan. Dalam rapat terbuka untuk umum yang dibuka langsung oleh Ketua DPRD Nisel, Sidi Adil Harita dari Partai Gerindra didampingi wakil Ketua Yohana Duha dari PKPI dan Elisati Halawa,ST dari PDI Perjuangan, Jum’at  (21/11) di gedung DPRD Nias Selatan.

Dalam rapat Paripurna tersebut, Yurisman Laia SH dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP-I) terpilih sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Kabupaten Nisel berjumlah 35 orang dan sebagai wakilnya, Y. Berkati Sarumaha serta anggota yakni Faahakhododo Gulo, Budirahman Maduwu, Siotaraizokho, Dawido Bawamenewi, Kariawan Bago, Sifaoita Buulolo, Faduhusa Laia dan Kariaman Maduwu.

 Para anggota DPRD Sedang mendengarkan sambutan Bupati Nisel
Selanjutnya dilakukan pemilihan kelengkapan komisi antara lain, Komisi A diketuai oleh Aezisokhi Maduwu, Wakil Serius Halu, Sekertaris Sifaoita Buulolo. Anggota Berkati Sarumaha, Hasrat Laia, Tuhoatulo Buulolo, Budieli Laia, Fatieli Dakhi, Karyawan Bago, Faduhusa Laia dan Drs Fombagidodo Manao.

Komisi B, Ketua Satulo Tafonao, Wakil Ketua November Nduru, Sekertaris Sarozinema Laia. Anggota, Aris Agustus Dakhi, Yulinar Bidaya, Yurisman Laia SH, Nuresmi Sarumaha, Agustana Nduru, Legat Harita dan Karyawan Maduwu.

Sedangkan Komisi C diketuai Ikhtiar Telaumbanua, Wakil Siotaraizokho Gaho, Sekertaris Sapotianus Manao dan anggota antara lain, Asazatulo Giawa, Faahakhododo Gulo, Budirahman Maduwu, Dawido Bawamenewi, Kasama Waruwu, Yaaroziduhu Zamili, Sokhiwanolo Waruwu dan Marthalena Duha.  

Pantauan wartawan sesaat dimulainya rapat Paripurna untuk pemilihan kelengkapan perangkat dewan tersebut acap kali ricuh karena nama-nama dan Partai pengusung para anggota DPRD Nisel yang dibacakan oleh Sekertaris Dewan berinisial AS bersalahan dan menjadi bahan tertawaan.

Rapat Paripurna tersebut dihadiri Sekdakab Faduhusi Daely SP.d mewakili Bupati Nias Selatan,  pihak Polres Nisel, Koramil Teluk Dalam Kapten Infantri, Oza zebua, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Restu Jaya Duha dan beberapa SKPD dan tokoh masyarakat. (BUDI LAIA)

.


Bangunan Gedung SD Negeri Hiliaramba Butuh Perhatian Pemerintah

Kasek SDN, Fanandododo Bu’ulolo didampingi para bapak dan Ibu gu guru berphoto bersama di depan bangunan gedung SD Negeri No. 078437 Hiliaramba.
ULUSUSUA |  jarakpantau

Dalam memberikan materi pelajaran terhadap anak-anak didik, para guru dan murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 788437 Hiliaramba Desa Hiliaramba merasa was-was. Penyebab ketidak tenangan para guru dan murid dalam belajar mengajar tersebut terjadi karena bangunan gedung sekolah yang mereka tempati sudah retak dan rapuh sehingga timbul kekhawatiran akan runtuh.
  
Pantauan wartawan jarakpantau dilapangan, gedung SD Negeri Ramba-ramba tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Dimana, hampir sekeliling dinding gedung sudah retak tembus pandang dari luar dan dalam lokal serta tidak memiliki bangunan Perpustakaan.

"Kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Dinas Pendidikan Kabupten Nias Selatan dalam memberikan bantuan rehab bangunan gedung SD ini. Kami khawatir, jika gedung ini tidak segera dibangun akan ada korban jiwa akibat runtuhnya bangunan ini," ujar Kepala Sekolah Dasar Negeri, Fanandododo Bu’ulolo didampingi para guru-guru saat wartawan koran meninjau lokasi SD Negeri Hiliaramba, Kamis (20/11) kemaren.

Selain rapuhnya gedung, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 078437 Hiliaramba tersebut juga terlihat tidak memiliki gedung PERPUSTAKAAN. Untuk itu mereka juga mengharapkan adanya gedung PERPUSTAKAAN layaknya seperti SD Negeri se-Kabupaten Nias Selatan yang  telah mendapatkan bangunan gedung PERPUSTAKAAN. 

Ketika hal ini dikonfirmasi jarakpantau kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan (Kadisdik Kab Nisel), Fanema Manao menyarankan agar temuan tersebut segera disampaikan dalam laporan tertulis baik wartawan koran ini maupun Kepala Sekolah ke Dinas yang dipimpinnya.

"Saya mengharapkan agar Kepala Sekolah dan juga rekan wartawan menyampaikan laporan secara tertulis tentang temuan itu dan kami  akan segera meninjau lokasi," ujarnya kepada koran ini diruang kerjanya, Kamis (20/11) kemaren sembari mengatakan dengan adanya laporan tertulis tersebut maka ada alasan pihaknya melakukan survey dilapangan dan selanjutnya akan segera direalisasi, tutur Fanema Manao yang juga mantan Kadis Kebersihan Pemkab Nisel tersebut. (BUDI LAIA) 



 
.
 
    Salah seorang guru menunjukan asbes yang bolong.
   

Koptan Desa Hilimbulawa Laporkan Pengecer Pupuk Bersubsidi


Anggota DPRD Nisel, Asazatulo Giawa

Amandraya | jarakpantau

Warga masyarakat Desa Hilimbulawa Kecamatan Amandraya yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Mbombo Haru melaporkan pengecer  yang  juga penanggungjawab pupuk bersubsidi kepada Polres Nias Selatan melalui surat laporan tertanggal 17 Oktober 2014.

Dalam surat laporan yang ditandatangani oleh Bazisokhi Laia bersama 13 orang warga masyarakat tersebut dijabarkan tentang adanya indikasi manipulasi yang dilakukan oleh Direktur dan sekaligus penanggungjawab UD.IRFAN berinitial SH dan Ketua Koptan Mbombo Haru Desa Hilimbulawa berinitial FH.
Dimana sejak terbentuknya Koptan Mbombo Haru di Desa Hilimbulawa tahun 2010 hingga saat ini pupuk bersubsidi tidak pernah disalurkan kepada Koptan Mbombo Haru yang beranggotakan berjumlah 20 orang atau Kepala keluarga sebagimana mestinya.

Sebagaimana data yang diperoleh tentang nama-nama 20 orang anggota Koptan Mbombo Haru yang mendapatkan pupuk bersubsidi tertuang dalam Rekapitulasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tahun 2013 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nias Selatan, Ir. Norododo Sarumaha, MM tertanggal 10 April 2013 dan Wakil Direktur CV. Surya Indah Irman Sarumaha yang diperuntukan untuk Komoditi tanaman padi sawah dengan luas keseluruhan 22 Hektar (Ha), kebutuhan pupuk bersubsidi yang dipergunakan antara lain Urea = 4400 Kg, SP-36= 2200 Kg, Organik = 13200 Kg, KCL= 3300 Kg, NPK= 4400 Kg dan waktu penggunaannya bulan Januari sampai dengan Juni 2013.

Adapun nama-nama anggota Koptan Mbombo Haru Desa Hilimbulawa tahun 2013 tersebut yakni, Fileti Halawa, Utama Laia, Temazatulo Buulolo, Fasowa’a Laia, Fenazalo Halawa, Antonius Halawa, Raminudin Giawa, Atilia Halawa, Noami Giawa, Sekhizinduhu Laia, Eza’aki Buulolo, Ramifati Giawa, Samaeli Laia, Tamae Wau, Sekhizolo’o Laia,Fasaziduhu Halawa, Siprianus Halawa, Fahuwusa Halawa, Baharudin Halawa dan Alizalo Halawa.

Sedangkan nama-nama anggota Koptan Mbombo Haru Desa Hilimbulawa sesuai RDKK tahun 2014 antara lain, Fileti Halawa, Delima Laia, Fahuwusa Halawa, Samotuho Halawa, Foarota Halawa, Siprianus Halawa, Antonius Halawa, Alizatulo Halawa, Noami Giawa, Raminudi Giawa, Mareti Halawa, Yasitima Laia, Fakhowa’a Halawa, Sumindo Wa’a Halawa, Emilia Giawa, Sinawa’a Buulolo, Taniwolo’o Giawa, Sobadodo Giawa, Baziduhu Laia dan Robertus Halawa.

Dalam daftar nama-nama anggota Koptan Mbombo Haru dan penyaluran pupuk bersubsidi tersebut sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), dimana dalam RDKK telah direkayasa penulisan nama yakni Sobaziduhu Giawa diubah menjadi Sobadodo Giawa dan Bazisokhi Laia menjadi Baziduhu Laia. Orang yang bernama Sobadodo Giawa dan Baziduhu Laia nama tersebut siluman karena sama sekali tidak ada orangnya di Desa Hilimbulawa.

Selain itu,  Ramifati Giawa, Sumindo Wa’a dan Emilia Giawa  ketiga nama tersebut mereka telah berada diperantauan sejak lama tapi nama mereka dicaplok dalam RDKK sejak tahun 2013. Ironisnya, nama Emilia tercantum padahal itu merupakan istri dari Sumindo Wa’a Halawa.

Adapun nama-nama anggota Koptan Mbombo Haru yang melaporkan penyalahgunaan pupuk bersubdi tersebut yakni, Bazisokhi Laia, Fonazatulo Halawa, Sobaziduhu Giawa, Samotuho Halawa, Fasaziduhu Halawa, Ezaaki Buulolo, Fahuwusa Halawa, Fasowaa Laia, Fakhowaa Halawa, Foarota Halawa, Mareti Halawa, Samaeli Laia, Taniwoloo Giawa dan Tamae Wau. 

Terkait hal itu, warga masyarakat Desa Hilimbulawa khususnya yang tergabung dalam Koptan Mbombo Haru mengharapkan kepada Polres dan Kejaksaan Negeri Teluk Dalam untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan. Jika hal ini tidak segera diproses, maka mereka berencana akan melayangkan surat kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri  Perindustrian Republik Indonesia (Menperindag RI), Saleh Husin di Jakarta, ujar Bazisokhi Laia kepada koran ini, Kamis (19/11) di Amandraya.



Menanggapi adanya Koptan yang tidak mendapat penyaluran pupuk bersubsidi,  Anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan Asazatulo Giawa mengatakan sangat mendukung langkah masyarakat untuk melaporkan oknum-oknum yang memperkaya diri diatas penderitaan rakyat.

“Langkah yang dilakukan masyarakat itu sangat baik, selaku wakil rakyat kami sangat mendukung anggota Koptan untuk melaporkan oknum-oknum nakal yang menyalahgunakan penyaluran pupuk bersubsidi,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut kepada koran ini disela-sela acara peresmian Lanal Nias di Teluk Dalam, Kamis (20/11).  (Budi Laia)

OKNUM POLRES NISEL BAWA KABUR ISTRI ORANG



Nias Selatan | JarakPantau
Satu lagi yang  mencoreng  nama baik intitusi Polri  terjadi di wilayah Hukum Polres Nias Selatan, Salah seorang oknum anggota Polres Nisel diduga membawa kabur istri orang.  Merasa tak  senang  Istri  dan anaknya  dibawa  lari oleh oknum anggota Polres Nias Selatan,  Sestu  Mean Arca Wau (26) melapor  Kepolres Nias Selatan sesuai dengan laporan pengaduan  LP 158/X/2014/SU/SPK”B”/Res-Nisel tertanggal 25/10/14,  yang dilakukan oleh oknum Polisi Polres Nias Selatan   Bripka Dian Okto Tobing.  Selama satu bulan membawa lari istri dan anak orang  baru diketahui keberadaan Oknum Polisi tersebut berada di Kelurahan Pabatu lingkungan I Kecamatan Padang Hulu Tebing Tinggi Sumatare Utara.
  
Sestu  Mean Arca Wau  suami dari Yushilda Zagoto sehari hari bekerja sebagai PNS di Kabupaten  Nias Selatan,  kepada  wartawan  menjelaskan bahwa dirinya  menikahi  Yushilda  Riawati S.Rebecca Zagoto AMK  tahun 2010 dan telah mempunyai anak 3 orang, pernikahan mereka telah melalui proses secara adat dan Pemerintahan.  Menurutnya Perselingkuhan istrinya  dengan oknum Polisi Polres Nias Selatan terjadi awal Januari 2014 saat dirinya melanjutkan studi  di Jakarta selama sembilan bulan,  awal  September  yang lalu pulang  dari studi dirinya menanyakan kepada mertuanya tentang kebaradaan  istri dan anaknya, jawaban yang didapatkan dari mertuanya istri dan ankmu tidak ada, cari aja di Pengadilan sana.  
Disisi lian  Elisabet Br Hutasoit  istri dari oknum Polisi  Dian Okto Pratama Tobing  juga terus mencari suaminya, atas jerih payah  pencarian itu, mendapatkan dua sejoli itu dirumah mertunaya di Tebing Tinggi, tak terima suaminya di membawa istri dan anak orang, Elisabet  langsung melaporkan suaminya Dian Okto Pratama Tobingi ke Polres Tebing Tinggi (25/10/14).
IMG 
Sestu Wau mendapat khabar  istri dan anaknya berada di Polres Tebing Tinggi, langsung menuju  ke Polres Tebing Tinggi menghadap Ka SPK “C”  Aiptu S.Sembiring , namun dirinya merasa kecewa mendapat jawaban dari  Aiptu S.Sembiring   bahwa istri dan anaknya  ada dimankan di Polres Tebing Tinggi, tapi karena Dian Okto Pratama Tobing telah  melarikan diri, maka pihak Polres Tebing Tinggi memulangkan Hida dan anaknya  kepada Pemilik rumah Nurhayati  yang tak lain ibu kandung dari oknum Polisi Dian okto Tobing.

Dengan kecewa Sestu Wau pulang dari Polres Tebing Tinggi dan mencoba kerumah orang tua oknum polisi Dian Okto Tobing di Perumahan Griya Mutiara Blok F No 6 Kelurahan Pabatu  Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, namun yang di jumpaipun rumahnya tertutup rapat, tetangga menjelaskan bahwa sejak ada penggerebekan beberapa hari sebelumnya rumah ini tidak di huni lagi.

Kapolres Nias Selatan AKBP Robert Da Costa Sik MH, melalui Kasat Reskrim AKP  Jhonser Banjar Nahor kepada wartawan membenarkan bahwa telah ada laporan dari Sestu Wau tentang dibawa lari istr dan anknya oleh oknum polsisi Nias Selatan,  Pihak Polres Nias Selatan masih melakukan proses atas pengaduan ini. 

April Wau Tokoh Pemuda Nias Selatan mengatakan Hukum Harus di tegakkan jangan karena dia Polisi tidak di tindak dan diproses lambat, udah jelas Suami Koran dan istri pelaku telah melakukan pengaduan Polres Tebing Tinggi dan Polres Nias Selatan, meminta kepada Kapolres Nias Selatan agar segera bertindak keras melakukan penahanan terhadap anggotanya Bripka Dian Okto Pratama Tobing yang telah mencoreng nama baik institusi Polri dan telah melakukan pelecehan terhadap istri orang.

Perbuatan  Dian Okto sangat keji dan memalukan serta menghancurkan  keluarga orang. Bila hal ini tidak segera dituntaskan tidak tertutup kemungkinan akan ada hal kejadian serupa terhadap anggota polisi Nias Selatan. Din Okto Pratama Tobing masih bersyukur tidak di Telukdalam kejadiannya, bila kota Telukdalam kejadiannya kita tidak tak apa tyang terjadi terhadap dirinya dan keluarganya ujar Wau.(Budi Laia)

Cari Artikel Cinta

Kategori

 
Support : Berita Jakarta Terkini | Berita Sumatera Terkini |
Copyright © 2013. Media Jarak Pantau - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger