Test Footer

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Gedung SMA Negeri I Ulususua Butuh Tembok Penahan Tanah




Kapala SMA Negeri I Ulususua, Perhatikan Giawa S.Pd (bajumerah) didampingi Ketua Komite Sekolah, Elirama Giawa (A.Garutu) dan dua orang ibu guru berfoto bersama di teras depan sekolah.

NISEL | MJP

Demi kenyamanan belajar mengajar anak-anak sekolah dan guru, gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Ramba-ramba Kecamatan Ulususua Kabupaten Nias Selatan butuh tembok penahan tanah (TPT). Pasalnya,  eks SMAN 2 Amandraya tersebut dinding dan lantainya retak berat karena tidak memiliki tembok penahan tanah.

 Menurut pengakuan Kepala SMAN I Ulususua, Perhatikan GiawaS.pd didampingi Ketua Komite Sekolah, Elirama Giawa(A.Garutu) dan guru-guru pengajar kepada wartawan belum lama ini mengatakan bahwa lahan SMAN I yang terletak di Desa Ramba-ramba tersebut sangat rawan ambruk apabila tidak segera di bangun tembok penahan dan situasi wilayah itu curah hujan sangat tinggi.

 “Kami sangat khawatir kalau air hujan nantinya akan mengikis tanah sekeliling halaman sekolah ini dan lama kelamaan bias roboh rata dengan tanah.  Untuk itu, kami dari pihak orang tua siswa meminta agar pihak terkait memberikan perhatian khusus demi keamanan dan kenyamanan anak-anak di sekolah,” ujar Perhatikan Giawa.

Dijelaskannya, gedung SMAN I tersebut berdiri sejak tahun 2011 dengan jumlah siswa/i awalnya 50 orang dan sekarang ini telah mencapai 150 orang dengan tenaga pengajar sebanyak 16 orang yang terdiri dari 2 orang PNS, 6 orang GBD, 7 orang GTT dan 1 orang bagian Tata Usaha. Ruang belajar 6 lokal dan luas lahan 60x75 meter persegi.

Selain itu, SMA I Ulususua tersebut masih membutuhkan adanya gedung Perpustakaan, gedung Laboratorium, Mobilier sekolah, kantor guru dan Kepala Sekolah.

Menyikapi hal tersebut, Humas Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Masyarakat Nias Indonesia Sumatera Utara  (DPD HIMNI Sumut), Budi Laia mengharapkan kepada Pemerintah dan instansi terkait agar memberikan perhatian serius terhadap sekolah tersebut.

“Kita mengharapkan agar Pemda Nisel dan pihak terkait memberikan perhatian serius demi kenyamanan dalam melaksanakan tugas belajar mengajar  di SMN I Ulususua,” tegasnya. (FB.Laia)

Calon Panwaslucam Nias Selatan Ikuti Ujian Seleksi




Ketua Panwaslu Kabupaten Nisel, Titoni Manao Spd didampingi para anggota Panwaslu sedang memberikan pengarahan terhadap para peserta ujian seleksi.

TELUK DALAM  | MJP

Panitia pengawas pemilihan umum Kabupaten Nias Selatan (Nisel) menyelenggarakan ujian seleksi tertulis terhadap para pengawas pemilihan umum kecamatan (panwaslucam) se-Kabupaten Nias Selatan yang diikuti sebanyak 326 peserta yang dilaksanakan di gedung SMK Dharma Caraka, Jalan Baloho Indah, Kecamatan Telukdalam, Kabupatren Nias Selatan, Sabtu (21/12/2013), dimulai pukul 14.00 Wib.

Dalam arahannya, Ketua Panwaslu Kebupaten Nias Selatan Titoni Manaƶ Spd mengatakan bahwa ke-326 orang tersebut merupakan pelamar Panwaslucam yang berasal dari 30 kecamatan se-Nias Selatan.  Akan tetapi untuk calon panwaslu kecamatan Pulau-pulau Batu Timur belum bisa dilaksanakan karena pelamar hanya berjumlah 3 orang.

Guna memenuhi kuota pelamar sesuai dengan Undang-undang Pemilu minimal berjumlah 6 orang. Penerimaan calon Panwaslu khusus kecamatan Pulau-pulau Batu Timur diperpanjang hingga 3 Januari 2014, ujar Titoni.

Selanjutnya, Ketua Panwaslu Nisel, Titoni Manao mengatakan, setelah mengikuti ujian tertulis, semua calon anggota Panwaslucam wajib mengikuti ujian wawancara yang akan digelar pekan depan. Untuk jadwal pelaksanaannya belum bisa dipastikan, tetapi akan diberitahukan kepada calon panwaslucam melalui pengumuman. Pemenang Panwaslucam akan diumukan pada awal Januari 2014, tandasnya.

Menurutnya, ujian tertulis dan wawancara tersebut dilakukan untuk menjaring dan menyeleksi peserta yang profesional dan berintegritas dalam melaksanakan pengawasan Pemilu 2014  mendatang. Meski anggaran Panwaslu Nias Selatan yang bersumber dari APBN belum dicairkan, namun seluruh proses pelaksanaan perekrutan Panwaslucam ini dipastikan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun dari para calon. Semua kelengkapan berkas ATK akan dilengkapi oleh sekretariat Panwaslu Nias Selatan. (Budi Laia)

Jelang Natal & Tahun Baru PT PT PLN (Persero) Ranting Teluk Dalam Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik



 Manager PT PLN (Persero) Ranting Teluk Dalam, Timbul Napitupulu

TELUK DALAM | MJP

Dalam rangka menjelang perayaan Hari Natal 25 Desember 2013 dan Tahun Baru 01 Januari 2014, PT PLN (Persero) Ranting Teluk Dalam menjamin  tidak ada pemadaman listrik terkecuali karena adanya factor alam dan itupun akan tetap diupayakan.

Demikian diungkapkan Manager PT PLN (Persero) Ranting Teluk Dalam, Timbul Napitupulu kepada mediajarakpantau diruang kantornya, Jum’at (29/11).

Pria kelahiran Tobasa 28 Agustus 1977 lalu tersebut mengatakan, bahawa telah ada penambahan daya listrik sebesar 3 Mega Watt (MW) dimana sebelumnya hanya 5 MW. Jadi dengan adanya penambahan tersebut, saat ini telah menjadi 8 MW dan PT PLN Ranting Teluk Dalam mampu mensuplay tegangan  hingga ke Kecamatan Sirombu, Kecamatan Bawolato, Kecamatan Gomo dan Soliga.

Mengenai mengenai cuaca buruk yang sering dijadikan alasan pemadaman, pria yang telah bertugas selama sepuluh tahun di Nias Selatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah meminimalisir gangguan alam dengan memangkas pohon-pohon atau ranting pohon yang ada di sekitar jaringan.
 
“Setiap harinya kita jalan dan mengerahkan para petugas untuk melakukan penembangan pohon-pohon yang ada dibawah jaringan listrik guna memperkecil  terjadinya pemadaman karena gangguan jaringan listrik. Kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan di wilayah Kabupaten Nias Selatan,”  ujar Timbul Napitupulu. (red)

Kemensos Berantas Angka Kemiskinan di Nias Selatan


Kepala Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Son. Giawa SH

NISEL | MJP

Program Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat dan memberantas mata rantai kemiskinan  melalui dinas social  Kabupaten Nias Selatan melaksanakan rapat koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa (26/11) yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial RI (Kemensos) dihadiri oleh Kadis Sosial Son Giawa SH, Kepala Bappeda Ir.Ikhtiar Sarumaha, Assiten I Drs.Asabudi Loy, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta seluruh Camat dan pendamping PKH.
  
“Jangan bangga menerima dana bantuan miskin tapi berusahalah lepas dari kemiskinan, Nias Selatan harus bisa lepas landas dari angka kemiskinan, dengan modal usia anak dini wajib sekolah dan belajar, dengan ilmu yang di emban selama duduk di meja belajar,  sumber daya manusia yang  ada membuat nalar berpikir dan bertindak mengarah yang benar dan tidak ada orang yang akan mau jadi miskin,” ujar Sekda Nisel Drs Asa Aro Laia dalam rapat koordinasi tersebut.

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Son. Giawa SH menjelaskan kepada media jarak pantau, Rabu (27/11) diruang kerjanya di Jalan Lagundri KM 7 Teluk Dalam mengatakan  penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Se-Kabupaten Nias Selatan 11 Kecamatan sebanyak  5.587 Keluarga dengan alokasi dana sebesar Rp.9 miliar lebih. Untuk mensukeskan penyaluran  dana tersebut pihaknya bekerja sama dengan 20 orang pendamping yang telah direkrut sebelumnya, ujar mantan Kepala BKD Kabupaten Nias Selatan tersebut.

Lebih lanjut mantan Camat Amandraya tersebut mengatakan, permasalahan klasik yang terjadi dilapangan sangat meresahkan ditengah-tengah masyarakat,  membuat kecemburuan social. Dimana, keluarga  mampu yang tidak seharusnya layak menerima bantuan justru mendapatkan, sementara keluarga yang seharusnya menerima bantuan malah tidak menerima alias jadi penonton. Kedepan hal ini harus diluruskan, permasalahan terjadi bukan di tingkat desa , Kecamatan, Dinas Sosil tapi di tingkat pendataan awal yang dilakukan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Pemkab Nisel.

Son Giawa menjelaskan, PKH memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga yang sangat miskin dan pada anggota rumah tangga RTS di wajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan program jangka pendek untuk mengurangi beban keluarga yang sangat miskin dan jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Dengan kata lain, PKH bertujuan untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin  serta meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifax, di bawah lima tahun  anak  pra sekolah angota rumah tangga sangat miskin, Kaluarga sangat miskin. 

Besaran bantuan PKH :

N0.         Jenis Bantuan                                                                                               Nilai Bantuan/Tahun

1. Bantuan Tetap                                                                                                       Rp. 200.000
2. Bantuan bagi KSM Yang memiliki Ibu Hamil / menyusui Anak usia
    di bawah 5-7 tahun, Anak usia pra sekolah (Apras)                                               Rp.800.000
3. Anak Peserta  Pendidikan setara SD/MI                                                               Rp.400.000
4. Anak Peserta Pendidikan  Setara SMP/MTS                                                        Rp. 800.000
5. Bantuan minimum per keluarga                                                                              Rp.600.000
6. Bantuan Maximum Per Keluarga                                                                           Rp.2.200.000

Variasi Komposisi Anggota Keluarga dan Jumlah Bantuan :

Komposisi  Anggota peserta PKH                                          Jml max/Tahun           Jml Max triwulan

Anak atau lebh usia 0-6 thn                                                       Rp.1 jt                      Rp.250ribu
Anak atau lebih usia 0-6 thn dan ibu hamil                                  Rp.1 jt                         Rp.250 ribu
Ibu Haml tanpa anak                                                                 Rp.1 jt                     Rp.250 ribu
Anak SMP dan 2 anak SD Usia 6-15 dan terdaftar di Sekolah  Rp.1.8 jt                  Rp.450 ribu
Anak Usia 0-6 thn dan 3 anak SD                                             Rp. 2.2 jt                Rp.550 ribu
Anak Usia 0-6 Thn 1 anak SD dan 1 SMP                                Rp.2.2 jt                 Rp.550 ribu
Anak usia 0-6 thn 2 anak SMP atau lebih 4 anak SD                 Rp.2.2 jt                      Rp.550 ribu
(red).

Cari Artikel Cinta

Kategori

 
Support : Berita Jakarta Terkini | Berita Sumatera Terkini |
Copyright © 2013. Media Jarak Pantau - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger